Berlabuh di Pelabuhan yang Salah

Kak.

Mungkin memang semua salahku, ya? Mempercayai dengan begitu mudah sampai-sampai aku lupa apa yang sebenarnya ada di belakangmu.

Kenapa aku, dengan bodoh dan mudahnya, melepaskan jangkar kapal yang selama ini terikat dengan rapi?

Aku, jelas tahu apa yang akan terjadi.

Salahku jadi bodoh dan merasa terbuai untuk berlabuh. Melihat sebuah keindahan yang sebenarnya bahkan abstrak. Tidak nyata.

Melupakan atau dilupakan sudah menjadi hukumnya kan, Kak?

Tolong pergi saja, jangan pula tinggalkan jejak. Hapus semua jejakmu, hilangkan semua. Aku mohon. Kenapa harus pergi dengan meninggalkan memori?

Haruskah aku yang menghapusnya sendiri?

Cih, memangnya siapa aku?

Maaf, ya, aku ada di pelabuhan yang salah.

Sampai jumpa, jika nantinya kau akan pindah ke pelabuhan lain. Kau mengerti maksudku. Terima kasih setidaknya telah menyediakan secangkir teh atau kopi pilihanku serta beberapa suguhan.

Aku pergi dulu, berlabuh ke tempat lain. Mungkin kali ini, dan aku harap, aku bisa berlabuh untuk yang terakhir kalinya. Terima kasih telah memperbolehkanku berkunjung.

 

Tangerang Selatan, Kamis, 23/11/2017 23:14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s