Someone Who Listens

You helped and listen in a way no other did.

Kamu menyuruhku menulis sesuatu untukmu. Aku tidak akan pernah menyebutkan nama orang-orang di dekatku. Semua nama di sini fiksi. Tapi perasaanku mungkin tidak untuk beberapa kesempatan.

Apa yang harus kutulis untukmu? Aku baru saja mengirimkan sebuah posting-an yang lebih penting dari ini dan belum sampai satu jam berlalu dan kamu mengangguku serta menyubitku karena kubilang kamu menganggu. Kamu menyiksaku hari ini. Masa bodo, aku tidak akan bicara padamu.

Bagaimana jika kuucapkan terima kasih saja? Terima kasih karena mendengarku, ya. Kamu mendengarkan di saat suara-suara lain mengalahkan suaraku. Kamu memperhatikan di saat yang lain menengok ke sesuatu yang dirasa lebih penting dari apa yang kukatakan.

Aku tidak bisa mengatakan kamu pendengar yang baik. Aku tidak ingin berbohong.

Tapi kamu dapat mendengarkan dengan baik. Ah, kamu pintar dalam bahasa kamu pasti paham apa maksudku. Serius deh, kenapa sih menyuruhku menulis sesuatu untukmu? Kamu kan belum punya apa-apa untuk bisa dibanggakan sekarang.

Ok. Bagaimana dengan ucapan terima kasih lain yang datang dari lubuk hati terdalamku ini, sebuah ucapan terima kasih yang benar-benar ingin kuucapkan dan bukan hanya angin lalu. Kamu tau aku tidak mengucapkan terima kasih kepada kalian kan? Ya, yang kumaksud kamu dan teman-teman kita yang lain.

ASTAGA. Apa sih sebenarnya yang harus kutulis untukmu? Kemungkinan besar yang membaca ini pun hanya kamu kan? Nanti saja akan kutulis sesuatu lebih dalam kalau perasaanku tentangmu bisa kujelaskan. Untuk sekarang aku hanya melakukan apa yang kamu suruh, menulis untukmu.

Setidaknya yang bisa kuucapkan adalah terima kasih kan? Karena sudah mendengar dan menjadi temanku. Kamu berbeda dengan yang lainnya, kamu memperlakukanku lebih ‘keras’ karena kamu tau bagaimana aku. Kamu mengerti. Dan aku berterima kasih sekali lagi, karena telah mengerti.

.

.

.

.

.

  • ini gabut sekali. puas kah dirimu???
  • dah ya, kapan-kapan kutuliskan yang lebih berperasaan dari pada ini.
  • tolong jangan ganggu aku lagi, aku muak
  • kerjakan tugasmu
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s