Someone Who Had to Go

People come and go, you don’t have to say anything.

Bagaimana aku harus memulainya ya? Aku tidak akan menyebutkan nama tentu saja. Tapi surat-surat tanpa nama ini punya tujuan. Dan kali ini tujuannya adalah seseorang yang harus jadi jauh karena sebuah alasan yang terjadi di setiap kali seorang laki-laki dengan seorang pendamping yang sering disebut pacar.

Tidak perlu merasa bersalah menjadi salah satu orang yang harus pergi meninggalkan aku begitu.  Aku tahu hal seperti ini akan terjadi cepat atau lambat setelah kalian kembali, jadi aku sudah menyiapkan mentalku. Seperti yang sudah kukatan secara personal kepadamu, aku yang akan mundur dan menjauh perlahan jadi tolong jangan hilang terlebih dahulu. Aku sudah terbiasa dengan orang-orang yang pergi menjauh dari kehidupanku entah karena kesalahanku sendiri atau karena hasutan orang lain yang membenciku.

Aku akan mendengarkannya jika aku rindu.

Mungkin jika ada sesuatu yang penting aku akan menghubungimu untuk bercerita namun aku akan sebisa mungkin untuk tidak melakukannya karena jika aku terus melakukannya kemungkinan aku akan menyakiti hati dua orang sekaligus. Entah kamu mengerti atau tidak. Tentu saja, aku selalu di sini jika aku dibutuhkan nantinya, entah untuk berkeluh kesah atau hanya sebatas bercerita.

Jangan minta maaf. Tidak ada yang salah. Jangan.

Orang datang dan pergi silih berganti dan mungkin ini giliranmu. Seperti katamu, kita tidak bisa serakah ingin memiliki semua yang membuat kita bahagia walaupun dengan menghilangnya orang tersebut menyakiti.  Mungkin saat ini dengan kepergianmu, ada seseorang yang datang dan justru mengisi kekosongan itu, suatu saat nanti.

Mungkin.

Tapi untuk saat ini, aku bingung. Kepada siapa ya aku harus bercerita? Tempatku bercerita sekarang banyak yang sudah hilang. Aku harus mencari tempat baru. Aku harus pindah sekarang. Dan lupakan saja tentang janji-janji itu. Tentang mengajariku caranya bermain basket, tentang hoodie itu dan tentang eskrim. Aku sudah tidak membutuhkannya, kecuali menurutmu aku membutuhkannya? Untuk kenang-kenangan. Ah sudahlah. Aku tidak berharap tenang saja.

Sekarang yang aku butuhkan dan harapkan adalah sebuah tempat baru untuk berteduh dari teriknya mentari yang menyinari karena aku baru saja pindah dan aku benar-benar membutuhkan peneduh baru.

.

.

.

.

.

  • seperti yang kubilang nggak akan menyebutkan nama tapi orangnya pasti sadar
  • ini ada fiksinya kok… sumpah
  • aku nggak segalau itu ditinggal temanku pergi
  • btw maafkan aku kak ini rasanya agak nggak sopan karena aku menyebut ‘kamu’ dan bukannya menyebutkan ‘kak’ hahahahaha
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s