Pertemuan Denganmu

Staying home with you is better than going on adventures with someone else.

Halo sayang, apa kabarmu di sana? Aku rindu.

Aku sedang mengingat kembali bagaimana aku bertemu denganmu sekitar 3 tahun yang lalu. Saat itu aku sedang mencari mainan favoritku yang sudah kuincar sejak setengah tahun sebelumnya. Aku harus menabung berbeda denganmu yang dapat membeli apa pun yang kamu mau.

Lego yang membuat kita bersama.

Mainan rakit-merakit yang membuat otak berjalan dengan baik. Membuatmu ingin berpikir. Hari itu ketika aku sedang mencarinya, ternyata kamu sedang membayarnya. Aku datang ke kasir dan menanyakan kepadanya kemana Lego yang kucari berada. Dan kamu tepat berada di sampingku. Kamu sudah membayarnya begitu kata sang kasir, lalu kamu menengok dan melihat ke arahku.

Kamu tersenyum, manis. Aku ingat kamu mengucapkan maaf saat aku menghela napas dengan berat. Dan tentunya dengan hati yang berat aku keluar dari toko dan berjalan pulang. Tapi lalu kamu mengejarku.

Kamu bertanya kepadaku, apakah aku ingin membuat perjanjian denganmu. Aku bertanya kembali kepadamu tentang perjanjian itu. Tapi kamu hanya tersenyum. Kamu meminta nomor ponselku dan entah mengapa aku memberikannya kepadamu.

Dan esoknya kamu meneleponku. Aku tidak mengangkatnya karena aku sedang melakukan sesuatu saat itu, tapi lalu kamu mengirimiku sebuah pesan yang berisi tentang sebuah pertemuan di sebuah café. Aku menjawab bahwa aku akan datang dan katamu jangan datang terlambat.

Aku datang dengan pakaian kasual, black skinny jeans dengan tank top hitam dan sebuah denim jacket serta sebuah suede tassel boots. Aku tidak membawa apa pun kecuali uang di dalam saku dan telepon genggamku.

Dan kamu datang dengan black jogging pants, sebuah kaos hitam, classic leather jacket dan sepatu hitam. Entah mengapa aku mengingat pakaian yang aku dan kamu pakai saat itu.

Saat kamu datang kamu mengatakan perjanjian itu. Kamu akan memberikan satu plastik kecil berisi lego dengan buku panduan per satu plastik tiap pertemuan yang kita lakukan. It was silly, but I miss that moment when we start knowing each other. Sebagai gantinya aku harus bercerita tentang diriku.

Jadi mulai saat itu satu kali pertemuan setiap minggu yang berarti sekitar 8 atau 9 minggu terjadi. Aku mulai mengenalmu dan sebaliknya. Kita menghabiskan banyak waktu mengenal satu sama lain. Di sela-sela pertemuan skype call juga menjadi ajang pembantu hubunganmu dengan aku.

Kita terus bertemu. Saat minggu ke-17 kamu menyatakan bahwa kamu menyukaiku. Dan kencan pertama kita sebagai pasangan, kamu mengatakan hal yang janji akan kamu katakan sejak lama. Entah kenapa kamu tidak ingin memberitahukannya kepadaku.

Hal kesukaanmu. Lego dan Radio. Kamu memiliki banyak Lego di rumahmu, begitu katamu. Dan kamu pernah memberikan fotonya kepadaku. Ratusan foto tentang Legomu. Dan kamu punya beberapa radio, dari model yang masih vintage sampai yang lebih modern.

Aku ingat kamu mengatakan bahwa kamu sendiri bingung kenapa kamu begitu menyukai kedua hal tersebut. Tapi kamu senang karena dengan Lego kamu bisa menemukanku, begitu katamu. Dan radio selanjutnya menemani perjalanan kita. Saksi atas rasa sayang kita terhadap satu sama lain.

Minggu ke-23 kamu mengatakan ingin bertemu karena ada suatu hal penting yang ingin kamu beritahukan kepadaku. Jadi aku pergi dan mendengarkannya. Aku merasa sangat sedih mendengarnya tentang kamu. Karena aku tidak suka kamu merasa buruk.

Lalu selama 6 bulan selanjutnya kamu dan aku membeli banyak Lego dan merakitnya bersama-sama di rumahmu dengan radio kepunyaanmu yang memutarkan lagu-lagu menyenangkan.

Dan tiba-tiba aku mendapat panggilan dari rumah sakit yang mengatakan aku harus segera datang karena aku salah satu panggilan daruratnya. Saat aku tiba kamu sudah menghilang. Dari hidupku. Dari hidup ayahmu dan ibumu dan kakak perempuanmu.

Sayang, terima kasih untuk waktunya selama ini, dan terima kasih telah menuliskan namaku di surat wasiatmu dan memberikan semua Lego dan radio kesayanganmu, aku senang kamu mengingatku bahkan di saat-saat terakhirmu.

Terima kasih karena ternyata kamu menulis banyak surat yang memang tidak romantis tapi membuatku senang dan membuatku merasa lebih baik. Maaf aku tidak bisa menjadi lebih baik walau menurutmu aku adalah seseorang paling hebat yang pernah kamu temui.

Terima kasih telah menyadarkanku akan banyak hal, sayang. Aku akan menyayangimu bahkan sampai semua Lego dan radio ini menjadi lebih tua dan menjadi suatu barang yang berharga. Aku akan memberikan barang ini kepada anak-anakku dan menyuruh mereka menjaganya agar kenangan kita akan selalu hidup walau raga kita tidak lagi di bumi.

.

.

.

ahh, baper sendiri.

prompt: lego and radio.

terima kasih untuk promptnya loh…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s